Sabtu, 03 Desember 2016

Sketsa

Aku adalah ombak. Aku dan pantai adalah sepasang kekasih. Angin menyatukan dan memisahkan kami. Aku datang dari atas temaram, untuk menggabungkan perak buihku dengan emas pasirnya, dan kusejukkan jiwanya yang membara dengan kelembabanku.Jiwaku berkata padaku dan menasehatiku agar mencintai semua orang yang membenciku, dan berteman dengan mereka yang memfitnahku. Jiwaku menasehatiku dan mengungkapkan kepadaku bahwa cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai, tetapi juga orang yang dicintai. Sejak saat itu bagiku cinta ibarat jaring laba – laba di antara dua bunga yang dekat satu sama lain. Cinta menjadi tanpa lingkaran cahaya yang tiada awal maupun akhir.
Aku adalah ombak yang terkadang bisa lemah dan bisa pula kuat. Yang menemani Senja ketika menampakkan sinarnya. Senja yang menjadi saksi bahwa akan akan selalu setia menemani pantai meski harus merasa sakit.
Impian dan cinta akan saling memberi satu dengan yang lain, serupa dengan apa yang dilakukan matahari ketika mendekati malam dan yang dilakukan bulan ketika mendekati pagi.

Ini hanya sekedar sketsa,sketsa tentang perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. sketsa yang menggambarkan apa yang tak pernah mampu tergambarkan. Bukan , bukan tentang sang penulis tetapi tentang Dia yang jiwanya kesepian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar