Aku adalah ombak. Aku dan pantai adalah sepasang kekasih. Angin
menyatukan dan memisahkan kami. Aku datang dari atas temaram, untuk
menggabungkan perak buihku dengan emas pasirnya, dan kusejukkan jiwanya
yang membara dengan kelembabanku.Jiwaku berkata padaku dan menasehatiku agar mencintai semua orang yang
membenciku, dan berteman dengan mereka yang memfitnahku. Jiwaku
menasehatiku dan mengungkapkan kepadaku bahwa cinta tidak hanya
menghargai orang yang mencintai, tetapi juga orang yang dicintai. Sejak
saat itu bagiku cinta ibarat jaring laba – laba di antara dua bunga yang
dekat satu sama lain. Cinta menjadi tanpa lingkaran cahaya yang tiada
awal maupun akhir.
Aku adalah ombak yang terkadang bisa lemah dan bisa pula kuat. Yang menemani Senja ketika menampakkan sinarnya. Senja yang menjadi saksi bahwa akan akan selalu setia menemani pantai meski harus merasa sakit.
Impian dan cinta akan saling memberi satu dengan yang lain, serupa dengan apa yang dilakukan matahari ketika mendekati malam dan yang dilakukan bulan ketika mendekati pagi.
Ini hanya sekedar sketsa,sketsa tentang perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. sketsa yang menggambarkan apa yang tak pernah mampu tergambarkan. Bukan , bukan tentang sang penulis tetapi tentang Dia yang jiwanya kesepian.
Aku adalah ombak yang terkadang bisa lemah dan bisa pula kuat. Yang menemani Senja ketika menampakkan sinarnya. Senja yang menjadi saksi bahwa akan akan selalu setia menemani pantai meski harus merasa sakit.
Impian dan cinta akan saling memberi satu dengan yang lain, serupa dengan apa yang dilakukan matahari ketika mendekati malam dan yang dilakukan bulan ketika mendekati pagi.
Ini hanya sekedar sketsa,sketsa tentang perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. sketsa yang menggambarkan apa yang tak pernah mampu tergambarkan. Bukan , bukan tentang sang penulis tetapi tentang Dia yang jiwanya kesepian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar