Disela kesakitan tak terbatas
Dia mampu berdiri tegar
Dia menjadikan dirinya seperti batu karang
yang tetap kokoh meski di terjang kerasnya ombak
Dia Kokoh
Dia Kuat
Namun hanya diluarnya saja
karena sesungguhnya hatinya tak mampu..
hatinya sering kali menjerit kesakitan
hatinya sering kali menangis
Namun kekelaman masa lalu yang dihadapinya saat ini
membuat dia berteman dengan rasa sakit
Dia telah terbiasa dengan hadirnya rasa sakit
Dia pun telah terbiasa menghadapi penolakan
Tak ada yang mengerti rasa sakit yang dia rasakan
Dia selalu memasang topeng bahwa hidupnya membahagiakan
Dia penuh dengan canda tawa layaknya orang yang hidup tanpa beban
Namun lagi-lagi dibalik itu semua ada luka yang menganga..
Ada luka yang tak kunjung sembuh
Terkadang apa yang terlihat bahagia
belum tentu benar-benar bahagia
Dia sering membuat orang bersuka cita dengan tingkahnya
Dia sering menciptakan obrolan ringan yang mampu membuat hari terasa berwarna
Tapi tak ada yang mengetahui
Dia sering kali menangis di kala sunyinya malam
Ada beban berat yang ditanggung di pundaknya
Yang selalu ia tutupi dengan canda tawa dan leluconnya
Kesunyian dan gelapnya malam adalah saksi betapa banyak kesakitan yang telah ia rasakan
Dan Hiruk pikuk kala matahari tiba adalah saksi akan topeng kepalsuan yang ia ciptakan
Topeng yang memperlihatkan bahwa segalanya baik-baik saja
Topeng yang menutup segala kesedihan dan kehancuran yang menimpa dirinya
Baginya Sakitnya adalah Deritanya
Cukup dia yang rasa tanpa harus diketahui orang lain
Dan baginya kebahagian orang lain karena dirinya
telah menjadi obat dari segala kesakitan yang ada
Dia mampu berdiri tegar
Dia menjadikan dirinya seperti batu karang
yang tetap kokoh meski di terjang kerasnya ombak
Dia Kokoh
Dia Kuat
Namun hanya diluarnya saja
karena sesungguhnya hatinya tak mampu..
hatinya sering kali menjerit kesakitan
hatinya sering kali menangis
Namun kekelaman masa lalu yang dihadapinya saat ini
membuat dia berteman dengan rasa sakit
Dia telah terbiasa dengan hadirnya rasa sakit
Dia pun telah terbiasa menghadapi penolakan
Tak ada yang mengerti rasa sakit yang dia rasakan
Dia selalu memasang topeng bahwa hidupnya membahagiakan
Dia penuh dengan canda tawa layaknya orang yang hidup tanpa beban
Namun lagi-lagi dibalik itu semua ada luka yang menganga..
Ada luka yang tak kunjung sembuh
Terkadang apa yang terlihat bahagia
belum tentu benar-benar bahagia
Dia sering membuat orang bersuka cita dengan tingkahnya
Dia sering menciptakan obrolan ringan yang mampu membuat hari terasa berwarna
Tapi tak ada yang mengetahui
Dia sering kali menangis di kala sunyinya malam
Ada beban berat yang ditanggung di pundaknya
Yang selalu ia tutupi dengan canda tawa dan leluconnya
Kesunyian dan gelapnya malam adalah saksi betapa banyak kesakitan yang telah ia rasakan
Dan Hiruk pikuk kala matahari tiba adalah saksi akan topeng kepalsuan yang ia ciptakan
Topeng yang memperlihatkan bahwa segalanya baik-baik saja
Topeng yang menutup segala kesedihan dan kehancuran yang menimpa dirinya
Baginya Sakitnya adalah Deritanya
Cukup dia yang rasa tanpa harus diketahui orang lain
Dan baginya kebahagian orang lain karena dirinya
telah menjadi obat dari segala kesakitan yang ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar